EKONOMI BISNIS

Rupiah Selasa Sore Ditutup Anjlok 34 Poin
Selasa, 30 November 2010 16:00 WIB

(Vibiznews – Economy) – Pada penutupan perdagangan di pasar spot antarbank Jakarta sore hari ini tampak nilai tukar rupiah mengalami akhir yang melemah setelah bergerak dengan sangat fluktuatif terhadap rival utamanya, dolar AS (30/11). Setelah dibuka dengan mengalami penurunan, nilai tukar rupiah bergerak tajam di kisaran positif dan negatif.

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa pagi dibuka di teritori negative, meskipun tipis saja. Setelah itu nilai tukar rupiah mengalami pergerakan pada kisaran yang sangat besar sebelum akhirnya ditutup dengan membukukan penurunan tajam.

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot antarbank Jakarta pada Selasa sore ini turun 34 poin menjadi Rp9.034 hingga Rp9.044 per dolar AS dari sebelumnya Rp9.000 hingga Rp9.010 per dolar. Nilai tukar rupiah telah mengalami pergerakan fluktuatif pada kisaran Rp8.946 – Rp9.037 per dolar,

Rupiah sempat mengalami pergerakan menguat yang cukup solid terhadap dolar AS seiring dengan kondisi mata uang AS yang sedang terpukul. Dolar anjlok tajam terhadap rival-rival utamanya setelah Fed memutuskan untuk menyuntikkan dana senilai 600 miliar dolar untuk melakukan pembelian terhadap sekuritas milik pemerintah AS. Pelaku pasar makin aktif melepas rupiah mengikuti pelaku asing, menyusul menguatnya dolar AS di pasar regional terhadap euro dan yen. Menguatnya dolar AS di pasar regional, karena negara-negara Eropa berusaha memberikan dana talangan kepada Irlandia.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan rupiah masih akan cenderung bergerak dalam trend melemah. Meski demikian tampaknya rupiah masih akan berada dalam kisaran yang tidak terlalu jauh dari 8.800 – 9.000 per dolar dengan kehadiran intervensi BI.